Monday, June 29, 2015

Teraweh pertama gue

Yah selamat kembali ramadhan gue yang dulu kembali lagi sekarang
hal yang dulu gue lakuin terulang lagi pada waktu sekarang, namun banyak hal-hal yang telah berubah, hilang tanpa gue igin melihatnya kembali.

gue suka memperhatiin hal hal kecil yang menurut gue gak penting.
seperti halnya dulu ketiga gue memulai teraweh di mushola waktu ketika awal masuk bulan suci ramadhan melakukan teraweh. tapi yang gue senang  ketika sekarang tahun ini, gue teringat lagi akannya seruan-seruan ketika menjelang teraweh yang selalu terniang-niang di kepa gue "gue rindu ini- gue rindu ini dan ini akhirnya balik ke gue lagi".
gue teraweh di mushola yang sangat dekat,  bahkan sangat dekat dengan rumah gue, seperti halnya dulu yang gue lakuin, gue sejenak suka melihat ke sekitar mushola serta ada hal apa saja yang telah berubah seperti cat dinding yang mungkin mereka mengecat dengan warna yang lebih cerah sekarang. serta ada mimbar kecil di bagian samping pojok kanan mushola, dan ada kotak amal yang sama-saja bentuknya sama seperti tahun lalu, terlihat kotak kayu tua serta ada retakan kecil di bagian tengahnya, lobangnya bagian tengah tempat memasukan uang pun terlihat semakin besar, mungkin itu memudahkan kepada pemberi untuk lebih mudah memasukan uang ke kotak amal.
namun ada hal aneh yang terjadi pada bapak-bapak sekarang  ketika tahyat akhir yang bikin gue gak khusyuk sholatnya, gue gak sengaja nengok, gue ngerasa bayak yang berkilauan yang mengelilingi jari jari manis mereka itu ,di situ gue sedikit tersenyum kecil oleh mereka dan gue pikir gini,
yah namanya manusia mereka akan menyukai apa yang manusia lain sukai. 
Mungkin tahun kemaren ada kipas angin gantung yang rusak, tapi sekarang mereka sudah memperbaikinya dan membuat mushola itu tambah adem dan sejuk serta lampu-lampu yang tambah terang.
yah seperti halnya tahun-tahun kemaren ada alas sejadah panjang yang khas mushola, dulu mungkin alas sejadah itu nampak lembut di kaki dan enak di injak namun sekarang semua itu berbeda. ya jelas karna waktu dan semakin banyak saja pengunjung yang datang ke mushola tiap tahun, itu yang membuat kelembutan alas sejadah berkurang kelembutannya.
namun dari semua hal-hal itu ada seseorang yang gue rindukan keberadaannya saat ini.
tahun kemaren beliau masih saja dengan tubuh rentannya menyambut betapa lelahnya rokaat ke 9 teraweh yang melelahkan, waktu tahun-tahun dulu beliau dengan rentannya berdiri setelah sujut yang sangat lamban sekali, disitu yang membuat gue gak khusyuk cuman ngeliatin beliau doang dan rasa hati merasakan yang beliau rasakan seperti diri yang ingin membantu menegakkan bagian pundak beliau, seperti kesusahan untuk berdisi pada rakaat terawih yang ke sembilan, hal yang paling gue ingat dari beliau adalah
"pakai peci ya lain kali"( itu gue ingat itu pada saat kita duduk bersampingan mendengar ceramah pada sela sholat teraweh menuju sholat witir, namun kali ini ceramah itu tidak dilaksanakan lagi pada wahtu sholat teraweh namun pada selesai sholat shubuh saja). mungkin hal ini sering sekali bokap gue utarain ke gue tentang memakai peci, tapi gue kadang abai, namun entah kenapa dari seorang pria tua rentan ini gue sampai sekarang kalo ke mushola itu pakai peci ya begitu lah saran terbaik tidak selalu dari orang terdekat kita mungkin dalam hal lainnya juga seperti itu.
mungkin itu saja yang gue ingat dari beliau.
namun yang gue sekarang binggung apa yang telah terjadi sama beliau dia tidak hadir pada tahun ini seperti tahun-tahun dulu, atau mungkin beliau sudah tidak bisa mengangkat tubuh yang renta itu lagi kemushola atau .. aku tidak tau pasti beliau kemana dan aku juga tidak ingin tahu hal itu.
biarkan itu menjadi cerita lain.
aneh ya seandainya saja gue rajin datang ke mushola tersebut gue akan lebih tau keadaan beliau yah begitulah manusia yang kadang banyak memiliki kesibukan atau katakan saja kemalasan yang kita piara sampai menjadi kebiasan mendarah daging.

seperti halnya pada tahun tahun dulu akan selalu ada yang baru untuk kita hadapi dan akan ada sesuatu yang hilang entah apa pun itu namun semua itu akan indah. gue gak tau apakah mungkin tahun nanti akan berbeda ataupun akan sama yang jelas semua yang kita lalu akan berbeda pada dasarnya semuanya pun akan berbeda.

0 Mohon dikomentarin :

Post a Comment