Wednesday, January 30, 2019

Ada yang nanya ke kamu KAPAN NIKAH nih Solusinya !!

Pernikahan jaman sekarang sudah menjadi momok bagi kita yang berumur yang sudah menjalani pekerjaan, memiliki penghasilan, serta memiliki pasangan, atau yang belum. Pernikahan menjadi suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan biologis kita setiap manusia "katanya" memiliki pasangan.

Pernikahan sebenarnya bukan permasalahannya namun disini kita pecahkan masalah bagaimana menyikapi pandangan tentang mereka yang memaksakan kita untuk cepat-cepat menikah atau menjalin hubungan resmi bersama pasangan.

sering kita di tanya kapan nikah? kapan nikah?
padahal probemanya misalkan kita belum mempunyai pasangan, belum memiliki ke uangan dan yang paling penting yaitu kesiapan untuk menjalani hubungan yang sah ini pernikahan tidak akan berlajut bahagia.
pernikahaan itu memang suatu takdir, ada yang menikah tanpa uang ataupun tanpa pasangan bisa saja mereka di jodohkan, bisa saja mereka dimodali untuk menikah jalan menikah itu memanglah misteri tidak ada yang benar-benar tau, namun kita juga yang meng iyakannya ataukah kita mau menikah, atau belum itu  balik ke diri kita sendiri.

mereka yang menayakan kapan NIKAH? biasanya kebanyakan dari kalangan keluarga, teman-teman, atau pun yang paling mengerikan yaitu orang tua pacar. eh jangan lupa pasangan kita juga bisa jadi momok utama dan memaksa kita untuk segera melaksanaknnya.

kenapa mereka bertanya Kapan Nikah ?

kebayakan mereka para keluarga ataupun tidak punya topik ataupun dalam  suasana tertentu misalnya KONDANGAN jadi apa yang mereka lihat dalam kondisi tertentu selalu mengatakan hal itu.
sikap pertama kita sangat mudah pertama kita harus sadar karna dalam suasa kondangan pertanyaan itu pasti muncul,  yang pertama mereka hanya mencari topik agar bisa berkomunikasi dengan kita, yang ke dua mereka memang benar-benar mempertanykan itu karna di samping kita ada pasangan, yang ketiga mereka mempertanyakan hubungan yang harus segera di sahkan daripada berlarut-larut hanya sekedar berpacaran.

mereka bertanya itu ada tipenya mereka yang hanya.

1. Basa basi, biasanya orang seperti itu cuman ingin sekedar ngobrol, orang tersebut biasanya acuh, terlihat dari tatapannya yang kosong dan mencari-cari topik pembahsan

2. Orang yang merendahkan secara tidak langusng menghina kita karna faktor terlalu lama sendiri atau terlalu lama berpacaran, biasanya tipe manusia seperti ini sudah  penah menikah sahabat kita sendiri dan memandang kita hanya sebelah mata saja, tidak melihat secara merata. biasanya mereka punya andil besar dalam keputusan kita misalkan mereka orang terdekat kita sahabat atau teman terdekat yang belum terlalu tau tentang seluk beluk kita sendiri.

3. Orang yang peduli terhadap kehidupan kita di masa mendatang biasanya mereka dari kalangan yang paling berperan di kehidupan kita seperti Orang tua, Orang tua pacar bisa juga pacar kita sendiri.

mungin dari ketiga  hal di atas kita perlu menyikapinya seperti ini.

yang pertama untuk orang yang tipikalnya basa-basi kita jawab juga dengan basa-basi juga seperti "eh iya mungin tahun depan atau bulan dua, sabtu minggu sih biasanya..."

nah untuk orang yang ke dua, mereka orang terdekat seperti sahabat karib,
biasanya mereka ingin tau lebih dalam permasalah kita, dan kita jarang mau jujur sama sobat karib kita tentang permasalahan ini, padahal kita tinggal jujur saja kalo kita memang belum pasti kapannya ataupun sebenarnya masih banyak mikiri karna gini mereka yang hanya memandang sebelah mata saja akan memaknainya sebelah mata juga makanya mereka perlu penjelasan dan kita juga harus jujur, dan yang paling mentok  kalo mereka kurang puas tinggal bilang begini "Doakan" saja ya bro/sis.

yang ke tiga waw
orang tua, atau pacar kita sendiri biasanya mereka sangat suka yang namanya sebuah harapan harapan kecil saja jangan besar-besar contohnya orang tua menanyakan hal ini kita bisa jawab, saya masih menangani usaha saya ini apapun itu apakah berhasil atau tidak itu urusan nanti dan walaupun kita berhasil maka ujungnya kita mendapatkan pernikhan jika belum berhasil maka pernikahan di tunda dulu, kita pun bebas dari pertanyaan tersebut jangan di berikan harapan terlalu besar seperti tahun depan atau minggu depan, kita kasih arahan seperti itu karna kita memang tidak tau benar seperti apa kedepannya.

menikah bukanlah suatu momok dalam hidup kita, keharusan menikah hanya pandangan saja sebenarnya menikah atau tidak menikah, hidup kita sama kalo tidak bisa menyikapi suatu perubahan dalam hidup.
menikah itu se harusnya menjadi simpel seperti kita melangkah untuk memilih belok kiri atau belok kanan, bukan menafsirkan kita misalkan belok kiri akan ketemu macet kita belok kanan bisa tabrakan bukan seperti itu, menikah harusnya menjadi se simpel itu
menikah lah hanya karna kita ingin menikah, bukan sekedar memenuhi kebutuhan biologis atau tuntutan setiap orang,
menikahlah dan jangan memikirkan kalo menikah itu seperti ini,seperti itu, banyak kok contoh mereka menjadi bahagia ketika menikah cari contoh yang berhasil bukan mencari contoh dari mereka yang gagal dalam pernikahan. agar pikiran kita jernih dan tenang untuk melangkah ke depan.


0 Mohon dikomentarin :

Post a Comment