Sunday, August 16, 2015

Penjaga Aku Kembali



16 agustus 2015-
Beberapa ombak nikmat melewati pasir, gemerincing kulit kerang yang mati tanpa ada nyawa
Di gantung buat cinderamata yang di jual pedagang untuk sebuah buah tangan kepada seseorang ketika dia balik, entah siapa yang dia kasih.
Deru-deru angin yang menyertai ombak serta angin yang berlawanan dari daerah sebaliknya dari laut yang melaju kencang membawa pasir-pasir laut yang kering panas, menyentuh tubuh
Terlihat langit tanpa awan kali ini, terlihat sinar matahari yang menyilaukan mata walau telah me makai kacamata.
Anak-anak riang bermain kali ini berlari-larian tanpa pakaian atas yang terlihat bentuk tubuhnya mengkilap terkena sinar matahari yang terik.
Sedikit terdengar juga jilatan-jilatan omongan dari orang-orang yang ngobrol tentang pekerjaannya selama dia bekerja.
Pohon-pohon kelapa nan tinggi menjulang terlihat sepanjang pasir yang panas, yang melambai ketika di terpa angin dari daerah lawan dari lauit
Terlintas di kepala ini hari yang panas teman sumpah
Beratus orang yang terlihat sibuk di kerumunan entah apa yang mereka lakukan tapi ya begitu kadang mereka datang ke sini sebagai ajang membawa kesibukan mereka atau sekedar mancari foto yang mungkin membuat mereka tambah lebih tenang tapi yang pasti aku datang ke sini datang dengan sungguh ingin menghibur diri sendiri. Setelah apa yang lelah ku lewati.
Hari ini kembali seperti tahun dulu mungkin sekitar 2 tahun yang lalu aku pernah nulis, tepat ketika hari yang panas ini muncul, tepat dimana keramaian ini, tempat dimana aku menulis cerita ini kedai dan seorang wanita pemilik kedai ini entah ini kedai milik orang tuanya tapi yang pasti aku selalu singgah di kedai ini kalo aku kembali ke tempat ini, aku selalu ingat wajahnya, punya bibir namun jarang senyum. tapi yang selalu memaksaku untuk menatapnya se olah dia memiliki banyak rahasia yang ada di balik matanya dia terlihat tidak pernah senyum, bahkan pipinya yang terlihat kebawah,tapi keyakinanku kalo si dia si penjaga kedai punya senyum yang indah.
 pada saat sekarang pun aku masih saja melirik-sedikit demi sedikit berharap melihat dia tertawa ataupun senyum sebagainya,aku selalu kesini semuanya  berulang tepat dimana orang-orangnya terlihat sama, aku ingat terakhir ke kedai ini bersama teman-teman.
Yang dulu ceritanya sungguh mengenaskan kami yang mewakili sekolah untuk mengikuti lomba Basket yang di laksanakan antar profinsi kami gagal karna di D.O dikarnakan kami terlambat datang ke lapangan karna masalah tranfortasi, kami di situ seperti hancur namun tidak lebur, makanya kami datang ke tempat ini, tempat yang jauh dari kota yang ombaknya tiap datang ke sini selalu sama dan warna air nya terlihat sama saja, kami terlihat kacau berjalan-jalan di sekitar pantai, kami menghentikan perjalanan kami di sebuah kedai, ya sekarang kedai yang aku tempati untuk menulis cerita ini.
Tertarik kembali ke kedai ini karna seseorang yang membuat banyak tanda tanya berlebihan
Aku terhenti sejenak menulis untuk memperhatikan sepasang remaja yang pulang gandengan dari kedai ini, pupil mataku sejenak terarah ke wanita yang menjaga kedai ini kembli aku berhasil melihat dia tersenyum yang mungkin ini sangat langka ku saksikan.
Sungguh aku tidak pernah salah dia begitu adem tenang serta memiliki banyak tanda tanya..
Seperti ombak-ombak yang damai disana seolah tenang tapi aku tidak tau dia menyimpan apa didalammnya..
Terlihat karang-karang kecil disapu ombak-ombak yang tidak terlalu tinggi terlihat kecil dan sebentar terlihat-sebantar tidak.
Seperti kehidupan yang jelas dan tidak jelas kelihatan ataupun tidak kelihatan.
Hemm es kelapa yang dia bikin terasa sangat manis setelah aku memesannya tadi entah ini memang terasa manis atau biasa saja aku tidak tau, yang pasti ini memang terasa sangat manis sungguh
dia pun ternyata meminum es kelapa yang sama dengan ku, Terlihat lehernya bergerak menyeruput minumannya yaitu eskelapa yang tidak terlalu dingin terlihat dari gelasnya yang tidak memiliki embun yang menandakan es sudah meleleh yang memberikan isyarat hari ini sangat terik.
Sekali lagi dia membenarkan lipstik yang dia tambahkan di bibirnya
Aku tidak tau cerita ini, ini cerita seperti kita nonton tv yang menontonkan acara live pada suatu acara chanel tv.
Aku masih tidak mengerti aku hanya terpaku pada satu titik seperti seperti bumi yang mengitari matahari dan planet-planet lainnya yang senantiasa mengitari sumber tata surya yaitu matahari
Sumpah ini membuatku canggung, seperti ada aroma-aroma wangi yang menyruput melewati hidung, aku lupa segalanaya..
Lupa kalo aku sedang di tunggu, lupa kalo aku ditinggal dari permainan
Disini aku terpaku.
Sepanjang aku meihat di arah kiri ku, aku melihat lautan yang luas mataku tak sampai memandang disitu hanya putih cerah, aku tidak tau setelah itu apa di sana apa lagi?
Sama seperti aku melihat wajahnya yang seolah aku tidak tau apa-pun tentangnya.
Biarkan ini selalu menjadi misteri, biarkan ini menjadi suatu daya tarik aku ke tempat sini.
 sebelum aku beranjak pergi aku ingin mengatakan terimakasih memperbolahkan lama2 duduk dengan laptop penuh debu dan anda pun tidak tau apapun apa yang ku kerjakan yang ku tulis hanya tentang kamu wanita dengan penuh rahasia penjaga kedai  aku pergi dulu...

0 Mohon dikomentarin :

Post a Comment