Saturday, March 5, 2016

pasir dan karet

Aku bahagia mengenal mu aku.. Aku tidak perlu capek untuk kenal dengan mu.
 kalau pun tidak ada kamu, mungkin aku akan baik-baik saja. jadi tambah lebih baik jika kau ada di sini.  

Hari sebelum aku mengenal mu adalah hari yang biasa saja.
Ketika mata ku tertutup aku gak tau apa hari esok itu? Aku hanya bertanya-tanya  apa itu hari esok
Setelah aku jalani dengan tenang akhirnya aku mengenal mu 
Dengan keberanian diriku..
Dengan usaha yang kecil ku miliki

Akhirnya dengan cara singkat yang ku tempuh akhirnya kita..
Oke kita menyatu 
Oke kamu untukku
Tapi tidak lama kemudian cerita ini sangat singkat .
Sedih ini juga sangat singkat, layaknya pertemuan ku dengan mu begitu jelas singkatnya.
Aku menyuruh mu untuk pergi dan melepas ku. aku tidak sanggup berjalan dengan mengunakan 2 kaki namun kaki yang satunya tanpa alas , seolah-olah aku yang tanpa alas.
seperti aku ingin kembali mengambil alas kaki, akupun pergi..
Maafkan aku tapi ini keputusan cepat ku..
Masih dengan cerita singkat ini, sesingkat ini juga kamu pergi duluan untuk memutuskan melengkungkan janur mu, dan aku 
Aku hanya bahagia mendengar cerita mu 
Bahagia dengan penyesalan ku ..
Aku seperti jatuh hati kembali pada saat itu. 
Untuk mengenang mu aku hanya bisa menyapa lewat kata tak jernih yang ku buat sendiri.

Aku senang sekarang aku gak peduli kapan berakhir.
Hingga kita tau apa itu caranya menghempaskan, mencoba melupakan rasa yang meredam, kita menghargai perbedaan hinga akhirnya kita terlalu jauh menyebrang berjuang dan kita sama-sama disini .
aku berharap kamu jangan pergi terlalu jauh, yang terlalu jauh memang sulit di raih bahkan aku tidak akan meraih mu karna terlalu jauh.
Jika nanti kau benar-benar pergi jauh ingat bantu aku.aku gak bisa pergi kalo kalo kamu pergi. Kamu harus ada agar aku cepat pergi, maksudnya kamu harus menyaksikan kepergian ku. Kau melambai kan tangan mu aku ku pun melambaykan tangan ku .Nanti
Berat memang ketika kau memiliki ku.
Tetap lah menjadi orang yang selalu duluan. seperti itu berani mengungkapkan kegelisahan mu, aku suka cara mu kamu tau bahwa bumi berputar dan bumi tidak menunggu kita. Aku tau cara berfikirmu seperti itu.
Maaf kan aku.
Ketika hati mu terluka karna aku, ingat lah  yang marah itu memang aku, namun dalam keaadaan marah, soalnya keadaan bisa berubah, apa pun kapan pun dimana pun. Tersenyum untuk ku bukan tersenyum ingin sesuatu.

Sini kamu duduk di samping ku.
Sini kamu dan diam di sampingku.
Kamu jangan ngomong apa-apa ya.
Kalo kamu lelah jangan bersandar, banyak orang.
Sini kamu kamu hanya cukup bercerita saja dan aku siap mendengarkan.
Meski berat masalahmu masalah kita, kalian. tenang saja selengkung-lengkungnya janur dapat tumbang karna ketulusan dan kejujuran yang tepat selamat berbahagia kamu, kita, kalian.
Posted on by Unknown | 1 comment