kata orang berjuang itu sangat sulit
aku berkata perjuangan itu bahkan sangat mudah tidak seperti yang kita bayangkan.
cewek sering sekali nunggu pasangannya buat berjuang
mereka senang sekali melihat perjuangan lelaki itu
mereka sungguh sangat senang sekali melihat perjuangan itu seperti layaknya binatang buas yang ngelihat binatang buas lainnya bertarung dan hanya untuk mendapatkan betina yang sedang nyegir ngelihatin pertarungan menjijikan itu.
Kalian seperti dalam dunia Hewan.
hay betina tidak seharusnya kamu menikmati hasil jerih payah para jantan yang bertarung hebat hanya untuk demi dirimu..
hay betina tidak seharusnya kamu menunggu dia si jantan untuk mendekatimu dan bertarung mengorbankan semuanya demi dirimu..
hay betina tidak seharusnya kamu menyaksikan pertarungan hebat itu, sebaiknya kamu ikut juga dalam pertarungan itu biar kamu tau rasanya luka parah yang hebat.
hay betina tidakkah kamu tau kamu adalah hewan ..
aku tidak suka dirimu karna kamu hewan, kamu tidak hebat.
yang hebat itu manusia yang berfikir seperti manusia, tidak seperti kamu hay betina hewan yang hanya memiliki pemikiran hewan..
dalam dunia manusia,
manusia akan tau apa itu arti perjuangan yang sebenarnya
perjuangan itu di awali dengan rasa ingin memiliki,
rasa yang tumbuh dengan tulus tanpa perasaan tekanan.
tanpa perasaan yang di lebih-lebihkan,
perjuangan akan muncul ketika rasa benci berubah menjadi senyum manis
tanpa paksaan
perjuangan muncul hanya karna kedua-duanya saling berjuang. itulah perjuangan cinta yang paling kuat di muka bumi sebagai insan yang saling berpasangan.
sekali lagi aku berkata perjuangan itu sangat-sangat lah mudah.. tidak perlu mengeluarkan keringat berlebih,
tidak perlu mengeluarkan dana yang berlebih
tidak perlu melakukannya dengan sepenuh hati yang di bohong-bohongkan.
tidak perlu ketulusan tidak perlu ke ikhlasan, tidak perlu kesabaran
yang paling penting adalah dengan melupakan kata-kata ini "siapa yang harus melakukannya duluan?"
Tuesday, November 10, 2015
Subscribe to:
Post Comments
(
Atom
)
0 Mohon dikomentarin :
Post a Comment